Minggu, 15 November 2015

Laporan Interpretatif

Laporan Interpretatif

Pengertian Laporan Interpretatif

          Interpretatif biasanya memfokuskan sebuah isu, masalah, atau peristiwa-peristiwa kontroversial. Namun demikian, fokus beritanya masih berbicara mengenai fakta yang terbukti bukan opini. Dalam jenis laporan ini, reporter menganalisis dan menjelaskan. Karena laporan interpretatif bergantung kepada pertimbangan nilai dan fakta, maka sebagian pembaca menyebutnya sebagai ”opini”. Biasanya, para reporter interpretatif menemui sedikit masalah dalam pencarian fakta. Mereka umumnya mencoba menerangkan berbagai peristiwa publik. Sumber informasi dapat diperoleh dari narasumber yang mungkin hanya memberikan informasi yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. Laporan interpretatif biasanya dipusatkan untuk menjawab pertanyaan mengapa. Berita interpretatif bersifat beritanya, apa makna sebenarnya dari peristiwa tersebut.
          Atau Laporan Interpretatif adalah reportase atau berita yang mengandung pemikiran, penafsiran, pandangan dan tidak jarang juga pendapat wartawan. Disini wartawan mengulas suatu berita yang baru terjadi ataupun yang sudah lama terjadi dengan memberikan interpretative, spekulasi serta pendapat. Oleh karena itu, sebagian orang menerjemahkan laporan interpretatif dengan “berita ulasan”.
Laporan interpretatif merupakan suatu bentuk laporan yang lebih bebas. Umumnya kualifikasi wartawan yang dipercaya untuk mengerjakannya adalah wartawan senior atau wartawan yang menguasai masalah seputar topik dan melakukannya dengan baik, jujur dan objektif. Serta berani mengutarakan penafsiran, pendapat dan pemikirannya karena ia memang berada pada posisi mengetahui fakta yang berkaitan dengan peristiwa yang dilaporkan. Ia juga menjadi lebih bebas memberi warna (color), suasana (atmosphere) dan kritikan atau sindiran (parody).
Laporan interpretatif harus merupakan laporan hasil observasi lapangan dari wartawan bersangkutan serta menunjukkan keberadaannya pada situasi yang diceritakan atau dilaporkan, maka dari itu perlu diberi warna dan suasana didalamnya. Untuk menanamkan rasa percaya pada pembaca, wartawan perlu menggambarkan suasana mengenai kejadian yang diceritakan serta dilaporkan. Tujuannya adalah agar pembaca yakin terhadap penafsiran yang diberikan wartawan tersebut.


CONTOH LAPORAN INTERPRETATIF :


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari ini, Minggu (15/11/2015), pukul 22.00 WIB di KompasTV, Andy F. Noya kembali hadir dalam program talk show inspiratif Big Bang! Show.
Tidak kalah inspiratif dari episode sebelumnya, pada episode kali ini Big Bang! Show akan mengangkat tema “Dari Desa untuk Kota” bersama Piter Tan yang merupakan pengusaha kopi asal Papua, Anang Setiawan inisiator dari “Gerakan Pulang Ke Desa”, dan tim desainer Toyota Astra Motor Donny Adhi Yuwono, Akbar Juniarto, Prana Jiwandhana, Akbar Prima Nurman dan Mifta Farid Sah Putra. Tentunya tak ketinggalan, Andy F. Noya akan ditemani oleh parat mentor yaitu Veronica Colondam dan Ben Soebiakto.
Produser Big Bang! Show Julius Sumant mengatakan, "Indonesia bisa cepat besar dengan anak muda seperti Piter Tan dan Anang Setyawan. Mereka ini local heroes yang melihat bisnis bisa sejalan dengan kearifan lokal."
Episode "Dari Desa untuk Kota" ini, menampilkan Piter Tan seorang pemuda yang telah memberdayakan masyarakat di Lembah Baliem, Wamena, Papua untuk budidaya kopi dan menjadikannya komoditas yang memiliki harga jual yang tinggi. Dari hasil pemikiran dan campur tanganya, masyarakat Wamena yang semula tak mengenal kopi, kini dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dari bertani kopi.
Atas jasanya tersebut, kemudian Piter diangkat menjadi anak adat oleh pak Lanny, seorang kepala adat di desa Yagara, Wamena.
Tidak kalah inspiratif, sosok pejuang sociopreneur juga hadir dari seseorang yang memilih pulang ke kampung halaman untuk membangun desanya di Desa Jambewangi, Banyuwangi, Jawa Timur. Lewat programnya "Gerakan Pulang Ke Desa", ia mengajak anak muda di daerahnya untuk kembali ke desa dan menjadi wirausaha. Atas ide dan prestasinya ini, Anang meraih predikat juara Ideafest 2015.
Kisah menarik lainya juga hadir dari tim desainer Toyota Astra Motor yang memodifikasi mobil Yaris dan Agya menjadi tampilan yang berbeda dari umumnya sebagai city car. Setelah pengerjaan selama enam bulan mereka menghasilkan modifikasi Yaris Heykers, Agya Kojo dan Yaris Legian.
Penasaran akan seperti apa pembicaraan dan ide-idenya? Mau tahu juga apa motivasi yang melatar-belakangi para sociopreneur tersebut? Saksikan selangkapnya di Big Bang! Show, Minggu 15 November 2015 pukul 22.00 WIB di KompasTV. “Do more, do good, big bang!”.


Sumber :
- http://www.tribunnews.com/metropolitan/2015/11/15/dari-desa-untuk-kota-di-big-bang-show-minggu-ini
- 1. Willing, S. (2010). Laporan Interpretatif. In Jurnalistik; Petunjuk Teknis Menulis Berita (p. 105). Jakarta: Erlangga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar