Minggu, 09 Oktober 2016

E-Learning

E-Learning

1. Pengertian E - Learning


          Pada saat ini, perkembangan dari sebuah teknologi memang salah satu hal yang tidak dapat kita bendung. Teknologi sudah menjadi suatu keperluan bagi kita di dalam aktivitas sehari - hari. Kemajuan teknologi ini memang sangat membantu kita untuk mempermudah kita di dalam berkomunikasi, mencari berbagai macam informasi, bahkan dalam proses belajar secara online pun sangat membantu. 
          Hal ini pun terbukti dengan adanya E-Learning. Kata dari E-Learning itu sendiri yaitu Elektronic Learning yang merupakan sebuah proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronic seperti internet khususnya sebagai suatu sistem pembelajaran. E-Learning itu sendiri memang salah satu faktor pendukung bagi kita di dalam proses pembelajaran. Proses belajar mengajar jarak jauh pun bukan lagi merupakan hambatan dengan adanya E-Learning ini, tanpa kita bertatap muka secara langsung Dosen atau Guru dengan muridnya.
          Ada beberapa karakteristik yang saya ketahui di dalam E-Learning menurut Nursalam (2008:135) yaitu :

1. Memanfaatkan jasa elktronik sebagai sarana belajar.
2. Memanfaatkan keunggulan dari komputer (digital media dan komputer networks)
3. Menggunakan metode belajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
4. Memanfaatkan kurikulum, jadwal pembelajaran, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.

Adapun beberapa manfaat dari E-Learning itu sendiri :

- Penggunaan sistem E-Learning dapat mempermudah mahasiswa di dalam materi yang diajarkan.
- Meningkatkan sebuah partisipasi aktif dari mahasiswa.
- Meningkatnya kemampuan belajar siswa secara mandiri.
- Secara tidak langsung E-Learning meningkatkan kualitas pendidik dan pelatihan.
- Dapat meningkatkan kemampuan kita di dalam menampilkan suatu informasi dengan perangkat teknologi yang kita gunakan.

Namun semuanya pun terdapat kelebihan dan kekurangan, begitu pula dengan E-Learning. Ada bebrapa kelebihan dan kekurangan dari E-Learning itu sendiri : 

Kelebihan dari E-Learning

- Lebih mudah di pahami dan di mengerti dengan adanya fasilitas multimedia seperti gambar, animasi, audio, video, dan juga teks.
- E-Learning pun bisa lebih efektif dalam masalah biaya, dimana tidak memerlukan ha , instruktur, audiensi, bisa dilakukan dirumah atau dimana saja, bisa kapan saja, dan mudah sekali di perbanyak informasi nya.
- Jauh lebih cepat padat dan jelas, yang artinya tidak memerlukan nya kelas, langsung kepada inti dari pembahasan dari mata pelajaran itu sendiri.
- Tidak ada hambatan oleh waktu.


Kekurangan dari E-Learning

- Terdapat kekurangan dari cara berinteraksi antara pengajar dan pelajar, bahkan sesama pelajar itu sendiri.
- Bisa memunculkan sifat yang individualis, mengabaikan aspek sosial, dan juga bisa menumbuhnya aspek bisnis dari E-Learning.
- Tidak lagi mengacu pada pembelajaran secara konvensional, namun kita juga wajib untuk memahami pembelajaran yang menggunakan sistem information, communication, and technology ( ICT).
-  Tidak semua orang dapat mengakses internet secara cepat.
-  Kurang nya kemampuan seseorang didalam menguasai komputer.


          Dari kelebihan dan kekurangan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa proses pembelajaran apapun mempunyai titik keunggulan dan kelemahan nya masing - masing.  Kembali lagi kepada kita dalam menyikapi proses pembelajaran itu sendiri. Sejauh ini menurut saya pribadi, proses pembelajaran E-Learning ini untuk saat ini memang sangat di butuhkan, apalagi teknologi saat ini sangat mendukung sekali untuk kita gunakan, jadi sayang sekali apabila kita tidak dapat memanfaatkannya dengan baik. 


Minggu, 05 Juni 2016

PERANAN KOMUNIKASI DALAM DUNIA BISNIS


II. PERANAN KOMUNIKASI DALAM DUNIA BISNIS


Disini saya akan mencoba menjelaskan mengenai peranan komunikasi bisnis dalam berbagai aspek. Komunikasi merupakan sebuah hal atau alat bagi kita untuk saling berinteraksi satu sama lain. Dan komunikasi bisnis ini memiliki peran penting jika kita ingin membuat sebuah relasi dengan orang lain di dalam dunia bisnis. Semakin banyak kita memiliki relasi, semakin besar pula peluang kesuksesan yang akan kita peroleh.
2). Tujuan dari Komunikasi dalam Bisnis
Secara umum, ada tiga tujuan komunikasi bisnis yaitu :
1. Memberi Informasi
Ada pun tujuan dari komunikasi bisnis ini untuk memberikan sebuah informasi kepada pihak lain. Contoh nya jika kita sebagai owner dari salah satu Mall terbaru di ibu kota, tentunya kita akan coba membuat iklan untuk mempromosikan peluang-peluang kerja ini kepada orang banyak. Iklan di sini bisa saja seperti peluang pekerjaan yang dibutuhkan oleh Mall tersebut, atau berbagai jenis fasilitas yang ada di dalam Mall tersebut baik dari berbagai macam tempat makan, pakaian, bioskop, dll.
2. Memberi Persuasi
Memberi Persuasi ini bisa diartikan dengan pelayanan satu sama lain yang disajikan dengan baik, agar antara kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan. Kita senang pelanggan berbelanja kepada kita, dan mereka pun nyaman dengan pelayanan yang kita berikan, baik dalam hal negosiasi sekalipun.
3. Melakukan Kolaborasi
Kolaborasi pun kadang di perlukan agar relasi dan komunikasi bisnis kita bisa berjalan lancar. Seperti apa yang sudah kita ketahui dan kita rasakan saat ini bahwa kemajuan teknologi sangat memiliki peran penting dalam komunikasi bisnis ini, kita pun bisa berkomunikasi dengan orang lain melalui telpon seluler, media sosial lain nya dalam internet, dan hal-hal ini sangat membantu sekali dalam kelancaran usaha atau bisnis yang sedang kita jalani.
3). Umpan Balik dan Bentuk-Bentuknya
- Kesalahpahaman dalam Berkomunikasi
Kesalahan dalam komunikasi kerap kali terjadi mengingat banyak nya hambatan-hambatan yang ada. Komunikasi memang hal yang penting karena dengan komunikasilah kita dapat berinteraksi dengan orang lain. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kesalahpahaman ini sering terjadi. Bisa karena perbedaan budaya, perbedaan bahasa, pola fikir yang berbeda hingga menimbulkan sudut pandang yang berbeda pula, dan bisa jadi karena kepercayaan yang berbeda. Perbedaan-perbedaan itu lah yang bisa menyebabkan kesalahpahaman dalam berkomunikasi.
4). Memperbaiki Komunikasi dalam Organisasi
Dalam berorganisasi tentu saja komunikasi menjadi point penting utama bagi seorang organisator, karena komunikasi dalam organisasi ini lah yang bisa membuat sebuah organisasi menjadi lancar, setiap program kerja apapun akan berjalan dengan baik dan lancar juga, bisa membangkitkan nama sebuah organisasi tersebut, dan fungsi komunikasi dalam Organisasi ini juga kita bisa saling mengingatkan satu sama lain, silih asih, silih asah, dan silih asuh.

Sekian penjelasan mengenai berbagai penting nya komunikasi baik dari segi bisnis, organisasi, dan lain nya.
Sumber :
http//aurajogja.files.wordpress.com

KOMUNIKASI DALAM TULISAN

II. KOMUNIKASI DALAM TULISAN


- Penulisan Kabar atau Berita


Langkah-langkah dalam menulis berita :
  • Fact Organizing
Fact Organizing ini merupakan sebuah sekumpulan data atau pun sekumpulan data - data yang sudah tersedia baik secara tertulis yang akan di jadikan sebuah berita.
  • Lead Decision
Yaitu penentuan lead untuk teras berita. Jika gagal menentukan lead, berarti gagal dalam menulis berita.
  • Word Selection
Yaitu pemilihan kata-kata yang cocok untuk mendukung penulisan berita.
  • Start to Write
Memakai mesin ketik, komputer atau kertas untuk menulis sebuah berita dengan konsentrasi penuh.


-  Penulisan Pesan-Pesan Persuasive


Persuiasi disini merupakan sebuah cara dimana kita harus membuat pesan kepada audiens dimana audiens ini nantinya akan setuju dengan apa yang kita berikan terhadap mereka.

Langkah-langkah dalam penulisan pesan persuasif diantaranya :

  • Analisis Audiens

Analisis audiens ini merupakan sebuah cara kita beradaptasi dengan audiens. Baik sesuai dengan kebutuhan mereka, keinginan mereka, atu pun dengan hasrat mereka.
  • Mempertimbangkan Perbedaan Budaya

Mempertimbangkan perbedaan budaya tentu saja akan membantu memberikan sebuah kepuasan tersendiri bagi audiens. Dan dalam perbedaan ini juga tentu saja akan ada nya pro kontra dimana nantinya audiens dapat mengambil kesimpulan terbaik apa yang harus dia lakukan terhadap perbedaan budaya itu sendiri.
  • Memilih Pendekatan Organisasional

Sebuah pendekatan langsung atau pun tidak langsung sangat sekali di perlukan di dalam penyampaian kepada audiens.


C. Korespondensi (Surat-Menyurat)


Surat menyurat bukan lagi hal yang aneh bagi kita di dalam dunia bisnis. Surat menyurat ini bertujuan untuk memberikan sebuah informasi atau juga sebagai alat kita berkomunikasi dengan yang lain baik secara konvensional atu pula dengan e-mail.

Korespondensi dalam bisnis memiliki peranan sebagai berikut :
  • Menciptakan surat yang baik, jelas dan tepat

Penting sekali bagi kita yang akan menjalani sebuah bisnis dan sering berkomunikasi melalui surat menyurat membuat surat yang baik, jelas, dan tepat agar apa yang kita informasikan itu tidak menimbulkan kesalahpahaman, kontroversial, dan juga kesemrawutan di dalam nya. 
  • Menciptakan kerjasama yang baik

Perusahaan tidak dapat mencapai tujuan tanpa bekerjasama dengan pihak lain. Agar bias bekerja sama dengan pihak lain, perusahaan perlu menjaga komunikasi dengan baik. Pihak lain akan mendukung terciptanya kerjasama yang baik.
  • Menyebarkan kegiatan

Korespondensi memegang peranan penting dalam menyebarkan kegiatan perusahaan, baik kepada pihak internal maupun pihak eksternal. Pada umumnya, pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan korespondensi adalah Koresponden (orang atau pihak yang berkirim surat atau menandatangani surat), Redaktur (orang yang menyusun naskah surat), Sekretaris, Juru ketik, Register dan Kurir.

Sumber:
http://www.komunikasipraktis.com/2013/11/teknik-menulis-berita.html
https://www.scribd.com/doc/248606241/Kombis-Makalah-Pesan-Persuasif
https://www.academia.edu/9823063/Makalah_Komunikasi_Bisnis

KOMINIKASI LISAN DAN NEGOISASI

  1. - KOMUNIKASI LISAN DAN NEGOISASI

    1. Komunikasi Lisan dalam Rapat
    Komunikasi lisan dalam rapat ini sangat berperan penting sekali karena ketika kita sedang menjalani rapat maupun diskusi dalam sebuah forum misalnya, kita harus tau dan menyadari dulu tugas kita dalam rapat itu sebagai apa. Dan sebagai komunikator yang baik hendaknya kita bisa menjadi seorang yang responsive, dan juga jangan memonopoli pembicaraan, mampu mengendalikan diri dan bersifat santun, dan point penting nya juga adalah menghindarkan terjadinya debat serta tidak berbicara bertele-tele.

    2. Komunikasi Lisan dalam Wawancara
    Wawancara memang merupakan salah satu cara penelitian kualitatif dimana biasanya kita terjun langsung ke lapangan. Wawancara pun memang seperti obrolan yang biasa kita lakukan namun dalam wawancara ini biasanya kita membahas satu topik secara mendalam. Ada dua orang penting dalam pelaksanaan sebuah wawancara, pertama ialah pewawancara dan kedua ini merupakan orang yang paling penting yaitu narasumber. Narasumber inilah yang akan kita wawancarai supaya kita bisa dapat berbagai macam menformasi mengenai satu topik yang akan kita bahas.
    3. Komunikasi Lisan dalam Bernegosiasi
    Dalam dunia komunikasi khususnya komunikasi bisnis, negosiasi sudah lagi bukan hal yang aneh, apalagi seiring dengan perkembangan jaman teknologi semakin canggih dan banyak sekali alat perantara untuk melakukan transaksi bisnis maupun bernegosiasi didalam nya. Negosiasi merupakan hal tawar menawar yang disepakati oleh kedua belah pihak.
     Ada beberapa tahap yang harus diperhatikan agar komunikasi dalam negosiasi ini menjadi lebih aman, nyaman, dan efektif yaitu :
    1. Fact-finding, ini merupakan sebuah cara dimana kita mengumpulkan sebuah data atau fakta-fakta yang berkaitan dengan aktivitas atau kegiatan bisnis lawan sebelum kita melakukan sebuah negosiasi.
    2. Planning/rencana, ini hal yang sangat penting atau bisa juga kita sebut dengan point utama yaitu planning/rencana. Tanpa sebuah planning kita tidak akan pernah tau apa yang akan kita dapat, bagaimana caranya agar apa yang kita inginkan bisa kita raih, keuntungan dan kerugian nya pun kita tidak akan betul-betul memahami jika dalam sebuah bisnis tidak terdapat planning. Maka dari itu jika ingin memberikan hasil yang maksimal, maksimalkan dan optimalkan pula planning kita.
    3. Penyampaian, ketika kita ingin menyampaikan sebuah project yang kita punya, kita harus menyampaikan kepada lawan bicara kita fengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Alangkah baiknya jika kita kenali dulu lawan bicara kita agar apa yang kita sampaikan tidak menimbulkan hal yang ambigu.
    4. Umpan balik, ini merupakan sebuah respon dari lawan bicara kita. Kita harus bisa memperhatikan bahasa tubuh lawan bicara kita seperti menganggukan kepala, geleng-geleng, mengangkat bahu, dan lain sebagainya. Itu merupakan sebuah respon dimana lawan bicara kita apakah dia memahami apa yang kita maksud atau tidak.
    5. Evaluasi, ini merupakan sebuah cara dimana kita memikirkan kembali apa yang harus kita lakukan, baiknya seperti apa dan bagaimana prospek kedepan nya supaya apa yang kita rencanakan bisa berjalan dengan baik.
    Jika negosiasi ingin berjalan dengan lancar, carilah hal dimana kita dan pihak lawan sama-sama memiliki solusi yang tepat supaya tidak ada salah satu pihak yang merasa dirugikan atau diberatkan.
    Sumber:
    1. Nawangsari, Sri. (1997). Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma.
    2. Anom, Erman., MM. (n.d.). Komunikasi dalam Negosiasi Bisnis. Retrieved May 11, 2016, fromhttp://www.esaunggul.ac.id/article/komunikasi-dalam-negosiasi-bisnis/
    3. Yuliantri, R. A., M.Pd. (n.d.). Etika dan Komunikasi Wawancara.
    4. Ristianti, N. S. (n.d.). Wawancara dan Penggalian Informasi secara Lisan. Retrieved May 11, 2016, fromhttp://www.academia.edu/9457366/kuliah_teknik_komunikasi_wawancara

PRESENTASI BISNIS

Presentasi Bisnis

-Persiapan Dasar Presentasi Bisnis
a.     1. Penguasaan terhadap topik atau materi yang akan dipresentasikan
Alangkah baiknya jika kita ingin mempresentasikan suatu hal kita harus menguasai materi apa yang akan kita sampaikan agar apa yang kita sampaikan bisa akan bisa dipahami, dimengerti oleh para audiens secara menyeluruh.
b.      Penguasaan berbagai alat bantu presentasi dengan baik
Ada berbagai macam alat bantu presentasi bisnis yang bisa kita gunakan antara lain: overhead projector ( OHP ), white board, spidol, transparasi, slide, komputer, bagan, flip chart, video camera, tape, VCR, televisi, dan LCD Projector.
c.       Menganalisis siapa audiens  ( Who, What, Where, When, Why, How )
Sebagai seorang presenter kita harus mengetahui dan mengenal para audiens kita dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan seperti siapa, apa, dimana, kapan, kenapa, dan bagaimana. Pertanyaan - pertanyaan seperti itu dapat membantu kita dalam kelancaran presentasi agar apa yang akan kita sampaikan bisa dimengerti dan kita bisa menyesuaikan diri dengan mereka.
d.      Menganalisis lokasi atau tempat untuk presentasi
Mengenal lokasi yang akan dilaksanakan nya presentasi merupakan hal yang penting, karena dengan mengenal tempat dan lokasi nya, kita akan dengan mudah menguasai jalan nya presentasi yang akan kita laksanakan.


http://yundafadila.blogspot.com/2015/05/9-presentasi-bisnis_90.html

PERENCANAAN LAPORAN BISNIS


Perencanaan Laporan Bisnis


-PENGERTIAN DAN JENIS LAPORAN BISNIS
Laporan bisnis adalah laporan yang bersifat tidak memihak, netral, memiliki tujuan yang jelas dan berisi rencana penyajian fakta kepada satu orang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu.
Herta A. Murphy, menurutnya Laporan Bisnis adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang tidak membingungkan, dan berisi rencana penyajian fakta kepada seorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu.
Dan menurut Himstreet Laporan Bisnis adalah suatu pesan-pesan objektif yang disusun secara teratur dan digunakan untuk menyampaikan sebuah informasi dari suatu bagian organisasional atau dari satu institusi atau lembaga kelembaga yang lain bertujuan untuk membantu pengambilan keputusan atau pemecahan masalah.
Ada berbagai macam keperluan dalam laporan bisnis, diantaranya :
  1. Untuk memonitor dan untuk mengendalikan operasional perusahaan.
  2. Untuk membantu mengimplementasikan sebuah kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
  3. Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan hukum dan peraturan-peraturan  bagi perusahaan.
  4. Untuk mendokumentasikan prestasi kerja yang diperlukan baik bagi keperluan internal maupun eksternal.
  5. Untuk menganalisis informasi dan memberikan sebuah bimbingan bagi pengambilan keputusan-keputusan atas masalah tertentu.
  6. Untuk mendapatkan sumber pendanaan atau membuka bisnis baru.
Beberapa golongan bsnis yaitu :
  1. Menurut fungsinya.
  • Laporan informasional adalah laporan yang memberikan sebuah informasi, menyajikan fakta-fakta tanpa melakukan analisis terlebih dahulu, tanpa  kesimpulan, dan juga tanpa memberikan rekomendasi.
  • Laporan Analisis adalah laporan yang menyajikan sebuah fakta, menganalisis dan menginterprestasikannya, kemudian menyimpulkan dan memberikan sebuah rekomendasi.
Contoh : beberapa laporan kemajuan dari pekerjaan.
  1. Menurut subyeknya
  • Suatu laporan bisa juga dibedakan menurut  departemen mana laporan tersebut diperoleh.
Contoh :Laporan Akuntansi, Personalia, Produksi dan sebagainya.
  1. Menurut Formalitasnya.
  • Laporan dapat dibedakan atas dasar apakah laporan tersebut bersifat formal atau nonformal. Dan menurut Frekuensinya, suatu laporan dapat dibedakan atas dasar apakah laporan tersebut dibedakan secara berkala atau khusus.
  • Ada bebrapa laporan menurut keasliannya, terdiri dari: laporan swasta, laporan otoritas, laporan sukarela, dan laporan public.
  1. Menurut keasliannya
  • Laporan Otoritas : laporan yang senagaja dibuat atas dasar permintaan dari orang lain..
  • Laporan swasta : laporan yang khusus dibuat oleh organisasi atau perusahaan swasta..
  • Laporan sukarela : inisiatif pembuat laporannya.
  • Laporan public : Laporan ini merupakan sebuah laporan yang disusun oleh lembaga pemerintah atau lembaga yang dibiayai Negara.
  1. Menurut frekuensinya
  • Terdiri dari sebuah laporan berkala yaitu laporan yang disusun mingguan, harian, semesteran, bulanan, dan juga tahunan.contoh: laporan penjualan
  • Laporan Khusus : laporan atas kejadian-kejadian yang unik(khusus) seperti laporan mengenai krisis dalam perusahaan.
  1. Menurut jenisnya
  • Laporan bisa dipengaruhi oleh formalitas dan panjangnya laporan. Laporan infomal biasanya meliputi laporan surat, laporan memorandum, dan laporan cetak. Laporan formal biasanya disebut dengan laporan panjang.
  • Laporan surat adalah suatu laporan yang selalu menggunakan format surat dengan kepala surat. Laporan yang berbentuk cetakan mempunyai judul yang sudah tercetak, baris-baris kosong, dan intruksi. Laporan formal juga biasanya lebih panjang daripada laporan informal.
  1. Menurut Kegiatan Projek
  • Tiga jenis laporan yang harus kita ketahui ketika kita ingin membuat sebuah proyek, yaitu laporan perkembangan, laporan pendahuluan, dan laporan akhir.
BAGIAN POKOK LAPORAN BISNIS
  1. Pendahuluan
Ada 10 (sepuluh) hal yang perlu dipertimbangkan dalam pendahuluan sebuah laporan, yakni:
  1. Pemberi Kuasa, adalah laporan yang diminta oleh organisasi atau individu;
  2. Tata-letak, menginformasikan kepada pembaca mengenai apa saja yang akan dibahas di dalam laporan bisnis itu sendiri;
  3. Masalah, biasanya ini berada di bagian awal sebelum masuk kepada tujuan sebuah laporan;
  4. Maksud, merupakan poin yang sangat penting dalam laporan bisnis;
  5. Ruang Lingkup, berhubungan dengan luas cakupan atau batas suatu pokok bahasan dalam sebuah laporan bisnis;
  6. Metodologi, bertujuan sebagai metode pengumpulan informasi;
  7. Sumber-sumber, berbagai sumber yang kita gunakan dalam penyusunan laporan bisnis, baik sumber tertulis ataupun sumber lisan;
  8. Latar Belakang, jika pembaca menganggap bahwa apa yang ada di dalam laporan itu penting maka latar belakang harus disampaikan;
  9. Definisi Istilah, kita harus menjelaskan kepada pembaca mengenai definisi yang kita maksudkan.
  10. Keterbatasan, disini maksudnya adalah keterbatasan mengenai dana, waktu, ataupun data yang tersedia.
Untuk laporan singkat, beberapa unsur tersebut dapat digabungkan menjadi satu atau dua paragraf dengan ataupun tanpa judul “Pendahuluan”. Bahkan dalam laporan berkala, judul pendahuluan dapat dihilangkan bila isi setiap periode sama dan pembaca telah mengetahuinya.
  1. Isi Laporan
Bagian terpanjang dari suatu laporan bisnis adalah isi laporan isi laporan itu sendiri. Dalam bagian ini, kita akan membahas dan mengembangkan hal-hal yang dianggap penting secara rinci. Di samping itu, bagian ini juga dapat membantu kita mencapai maksud penulisan laporan bisnis. Penulisan laporan bisnis yang baik, harus berisikan temuan fakta yang penting dan relevan.
  1. Penutup
Fungsi dari bagian penutup adalah untuk merangkum laporan secara menyeluruh, dan laporan analitis juga berfungsi untuk mengambil kesimpulan dan memberikan rekomendasi. Oleh karena itu, sebuah Laporan Informasional bagian penutup ini dinamakan Rangkuman, sedangkan pada Laporan Analitis disebut Kesimpulan dan Rekomendasi.
Sumber :

PENGORGANISASIAN DAN REVISI PESAN-PESAN BISNIS


Pengorganisasian dan REVISI PESAN-PESAN BISNIS


  1. Ketrampilan Merevisi Pesan
Menulis pesan memang membutuhkan keterampilan yang baik, pemikiran yang baik dan bersifat kreatif. Pesan dalam dunia bisnis memang harus diperhatikan segala sesuatunya, karena apa yang kita buat itu akan berpengaruh juga terhadap orang lain. Pesan yang baik ialah pesan yang dapat dimengerti oleh siapa saja khususnya yang dituju.
  1. Pesan – pesan Bisnis Tertulis.
A. Mengedit isi dan cara pengorganisasiannya
Tahap awal pada pesan harus dibuat secara menarik, dan relevan karena pesan awal memiliki peranan penting terhadap audiens.
B. Mengedit mekanik atau teknis penulisan
1) Susunan kalimat yang harus digunakan, apakah kalimat tersebut sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan yang seharusnya, sehingga dapat dengan mudah dipahami dengan baik.
2) Penggunaan huruf kapitalisasi secara tepat (memperhatikan kata-kata apa saja  yang harus ditulis dengan huruf kapital).
3) Tata cara enulisan tanda baca secara benar (memperhatikan penggunaan tanda baca koma, titik, titik koma, tanda tanya, dan tanda seru)..
4) Memperhatikan makna keutuhan suatu kalimat, sehingga makna suatu kalimat dapat dipahami dengan mudah oleh audiens.
5) Memperhatikan pengulangan kata yang tidak tepat dalam suatu kalimat. Hal ini dapat menghilangkan makna pesan – pesan bisnis yang telah disampaikan kepada audiens.
  1. Pesan – pesan bisnis lisan
a. Substansi Pesan
Mengedit suatu substansi pesan yang akan disampaikan kepada audiens
b. Pengorganisasian Pesan
Mencakup 3 poin penting dalam pengorganisasian, yaitu:
1)    Pembuka (seperti salam pembuka, dan perkenalan diri)
2)    Penyampaian substansi pesan (seperti pengantar pesan dilanjutkan dengan substansi pesan.
3)    Penutup (seperti kesimpulan, saran, rekomendasi, dan implikasi).
c. Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang harus digunakan dalam penyajian pesan – pesan bisnis secara lisan harus lebih menarik dan dinamis dibandingkan yang berbentuk tertulis karena cara penyampaiannya yang lebih santai, luwes, dan tidak monoton.
  1. Pemilihan Kata Yang Tepat
Pemilihan kata dalam penyampaian suatu pesan – pesan bisnis kepada audiens sangat penting. Penggunaan kata asing yang sukar dimengerti adalah pemborosan. Supaya suatu komunikasi bisa tercapai tujuan nya, perlu diperhatikan hal-hal berikut:
  1. Pilihlah kata yang sudah familiar
Bahasa yang familiar disini yaitu bahasa yang biasanya selalu digunakan sehari-hari dan sudah tidak asing lagi. Ini bertujuan agar apa yang kita sampaikan bisa dengan mudah dapat dipahami oleh audiens.
  1. Pilihlah kata-kata yang singkat
Kata yang singkat bisa juga menjadi pilihan yang baik dalam menyampaikan sebuah informasi, namun kita harus tetap memperhatikan kaidah-kaidah penulisan yang baik dan juga benar.
  1. Hindari kata-kata yang bermakna ganda
Kata yang bermakna lebih dari satu biasanya disebut dengan ambigu. Ini merupakan hal yang harus dihindari ketika kita ingin menyampaikan sebuah informasi agar menghindari kesalahpahaman dan sebagainya.
  1. Membuat Kalimat Yang Efektif
Kalimat yang efektif yaitu kalimat yang tersusun rapih. Selain memperhatikan EYD, kalimat yang efektif juga merupakan sebuah kalimat yang jelas.
  1. Tiga jenis kalimat
a) Kalimat Sederhana
Kalimat sederhana hanya memiliki subjek dan predikat. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa suatu kalimat dapat dilengkapi dengan objek baik langsung maupun secara tidak langsung.
b) Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk biasanya berisi dua atau lebih klausa independen dan juga tidak mempunyai klausa dependen. Klausa independen adalah klausa yang dapat berdiri sendiri atau bisa kita sebut dengan klausa yang mempunyai pengertian yang utuh, sedangkan klausa dependen ini adalah klausa yang tidak dapat berdiri sendiri sehingga klausa nya tidak memiliki klausa yang utuh.
c) Kalimat kompleks
Kalimat yang kompleks biasanya berisi sebuah klausa independen, dan juga satu atau lebih klausa dependen sebagai anak kalimat.
  1. Menulis Ulang Pesan
Ernest Hemingway menyatakan bahwa “tidak ada yang disebut menulis yang ada hanya menulis ulang” Pada kenyataannya, pelaku bisnis banyak melakukan kesalahan berikut:
  1. Hanya memindahkan kata-kata dan tidak benar-beanr memperbaikinya
  2. Tidak melakukan penulisan ulang karena dianggap membuang waktu
  3. Mengirim dokumen pada saat-saat terakhir dibutuhkan.
Setelah penulisan ulang dilakukan dengan sangat  baik dokumen bisnis kemungkinan biasanya akan menjadi berjumlah separuh dari rencana semula. Dokumen bisa menjadi lebih ringkas, mantap dan kuat.
Memproduksi Pesan
Setelah kita puas dengan memproduksi pesan, gaya, oraganisasi, kemudahan dibaca, pilihan kata, proses pembuatan pesan belum selesai, pengembangan paragraf dan menulis ulang pesan. Draft akan ditulis ulang dengan baik atau diketik secara manual atau bisa juga secara elektronis.
SUMBER :

PERENCANAAN PESAN-PESAN BISNIS


PERENCANAAN PESAN-PESAN BISNis


I. PROSES PENYUSUNAN PESAN
Menyusun pesan bisnis yang menarik perhatian, mudah dibaca, dan mudah dipahami memerlukan kreativitas. Agar pesan bisnis efektif, diperlukan pemahaman terhadap proses penyusunan pesan bisnis. Proses penyusunan pesan bisnis umumnya terdiri atas tiga tahap sederhana, yaitu :
  1. Perencanaan Pesan
Dalam tahap ini, ditentukan hal – hal yang mendasar dari suatu pesan yang akan dikomunikasikan. Secara rinci, tahap perencanaan tersebut meliputi :
  1. Penentuan tujuan
  2. Analisis audiens
  3. Penentuan ide pokok
  4. Pemilihan saluran dan media
2. Penyusunan Pesan
Setelah tahap perencanaan, selanjutnya ide/gaasan dituangkan ke dalam pesan tertulis. Tahap itu meliputi dua kegiatan, yaitu :
  1. Mengorganisasikan pesan
  2. Memformulasikan pesan
3.Revisi Pesan
Pesan yang telah disusun dikaji ulang untuk memastikan apakah ide/gagasan yang diungkapkan sudah memadai. Berbagai kegiatan pada tahap revisi pesan adalah :
  1. Menyunting pesan
  2. Menulis ulang
  3. Memproduksi pesan
  4. Mencetak pesan
II. PENENTUAN TUJUAN BISNIS
Pesan bisnis dapat menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. Pesan-pesanyang di sampaikan kepada pihak lain hendaknya mampu menjaga danmeningkatkan citra perusahaan. Untuk dapat menciptakan good will, setiap pesan bisnis hendaknya memiliki tujuan yang jelas, dapat di ukur, dan tidak bertentangan dengan tujuan organisasi.
Ada tiga tujuan unum komunikasi bisnis, yaitu :
  1. Memberi informasi (informing)
Tujuan pertama dalam komunikasi bisnis adalah memberikan informasi yang berkaitan dengan dunia bisnis kepada pihak lain. Sebagai contoh, seorang pemimpin suatu perusahaan membutuhkan bebebrapa pegawai baru yang akan di tempatkan sebagai staf adminitrasi di kantor- kantor cabang yang ada.
  1. Membujuk atau persuasi (persuading)
Tujuan kedua komunikasi bisnis adalah memberikan persuasi kepada pihak lain agar apa yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan bener. Hal ini sering dilakukan, terutama yang berkaitan dengan negosiasi antara seseorang dengan orang lain dalam bisnis.
  1. Melakukan kerjasama atau kolaborasi (kolaborating)
Tujuan ketiga dalam komunikasi bisnis adalah melakukan kolaborasi atau kerjasama bisnis antara seseorang dengan orang lain. Malalui jalinan komunikasi bisnis tersebut seseorang dapat dengan mudah melakukan kerjasama bisnis, baik dengan perusahaan domestik maupun perusahaan asing.
III. ANALISIS PENERIMA PESAN
Analisis terhadap audiens sangat perlu dilakukan, audiens dalam studi komunikasi bisa individu ataupun organisasi. Audiens biasanya memiliki pemahaman yang berbeda-beda atas pesan yang mereka terima.
A. Mengembangkan Profil Audiens
Analisis terhadap Audiens yang sudah dikenal biasanya relatif lebih mudah dilakukan tanpa harus melalui penelitian yang rumit. Demikian juga, reaksi atas pesan yang dikrim kepada orang yang sudah dikenal pada umumnya bisa diperkirakan.
B. Mengenali penerima primer
Apabila penerima terdiri dari beberapa orang, perlu dikenali orang-orang terpenting yang berpengaruh atau bertindak sebagai pengambil keputusan.
C. Menetapkan jumlah dan komposisi audiens
Jumlah penerima juga memengaruhi pesan bisnis. Menulis pesan bisnis yang ditujukan hanya kepada satu orang akan berbeda dengan pesan bisnis yang ditujukan kepada banyak orang.
D. Mengukur Tingkat Pemahaman Audiens
Apabila penerima memiliki latar belakang yang sama pengirim , maka pada umumnya mereka dianggap memiliki pemahaman yang relatif sama terhadap suatru pesan.
E. Memperkirakan reaki penerima
Cara mengorganisasikan pesan sangat tergantung pada reaksi yang diperkirakan akan dilakukan oleh penerima.
F. Memenuhi Kebutuhan Informasi Audiens
Pesan yang baik akan mampu memenuhi semua pertanyaan penerima . Memenuhi kebutuhan informasi penerima merupakan salah satu kunci sukses pesan bisnis. Ada lima pedoman yang perlu diperhatikan agar pesan bisnis mampu memenuhi kebutuhan informasi audiens, yaitu :
  1. Temukan apa yang ingin diketahui audiens
  2. Antisipasi pertanyaan yang tidak diungkapkan
  3. Berikan semua informasi yang diperlukan oleh audiens
  4. Pastikan bahwa informasi yang diberikan akurat
  5. Tekankan gagasan yang paling menarik bagi audiens.
G. Memuaskan kebutuhan emosional dan praktis Audiens
Pesan yang bbertujuan membujuk dan bekerja sama seringkali gagal mengubah keyakinan atau perilaku audiens. Hal penting yang harus diingat bahwa pesan bisnis disampaikan kepada audiens yang juga melakukan kegiatan bisnis. Untuk mencapai tujuan komunikasi, diupayakan agar pesan bisnis menggunakan pendekatan emosional audiens, terstruktur, rasional, serta disusun dengan format yang menarik.

IV. PENENTUAN IDE POKOK
Setiap pesan bisnis mempunyai tema pokok (main theme) yaitu rumusan pokok pembicaraan (topik) beserta tujuan yang ingin dicapai melalui topik tersebut. Namun perlu diperhatikan bahwa antara ide pokok dan topik itu merupakan hal yang berbeda. Topik merupakan subyek yang lebih luas. Sedangkan ide pokok merupakan pernyataan tentang suatu topik yang menjelaskan isi dan tujuan dari topik tersebut.
Cara yang dapat digunakan untuk menentukan ide pokok :
A. Brainstorming
Brainstorming adalah suatu cara menentukan ide pokok dengan membiarkan pikiran secara leluasa untuk mencari berbagai kemungkinan ide pokok, mempertimbangkan tujuan, audience, dan fakta yang ada. Beberapa teknik brainstorming yang dapat digunakan:
  1. Storyteller’s Tour
Hidupkan tape recorder, dan telaah pesan – pesan yang disampaikan. Fokuskan pada alasan berkomunikasi, poin utama nada, rasionalitas, dan imlikasi bagi penerima. Dengarkan dengan teliti, dan berlatihlah, sehingga ide pokok dari pesan dapat ditemukan dengan mudah.
  1. Random List
Tulis segala sesuatu yang ada dalam pikiran di atas kertas kosong. Selanjutnya, pelajari hubungan antara ide – ide tersebut. Bagilah mereka ke dalam kelompok – kelompok, dan temukan poin yang penting dan yang tidak penting.
  1. Conclusions, Findings, Recommendations (CPR) Worksheet
Jika subjek yang dibahas mencakup pemecahan maslah, gunakanlah suatu worksheet yang akan membantu menjelaskan hubungan antara temuan (findings), kesimpulan (conclusions) dan rekomendasi (recommendation) yang akan diberikan.
  1. Journalistic Approach
Pendekatan jurnalistik memberikan poin yang baik sebagai langkah awal menentukan ide pokok. Jawaban terhadap siapa, apa, kapan, di mana, dan bagaimana uang biasanya diajukan dalam pendekatan jurnalistik, akan dapat menjelaskan ide pokok presentasi.
  1. Question and Answer Chain
Pendekatan yang paling baik adalah melihat dari sisi perspektif audience
B. Petunjuk atasan
Penentuan ide pokok dapat dilakukan dengan meminta petunjuk dari atasan. Ini banyak terjadi pada perusahaan dengan sistem senioritas dan desentralisasi. Namun cara ini dapat menyita waktu manajer hanya untuk pekerjaan yang sebenarnya dapat didesentralisasikan.
C. Kebiasaan
Cara yang ketiga dalam menentukan ide pokok adalah berdasar kebiasaan. Apabila perusahaan menghadapi situasi yang sama atau relatif sama, maka akan digunakan suatu ide pokok tertentu. Cara ini mempunyai keterbatasan, yaitu hanya untuk yang situasinya sama atau relatif sama saja.
V. SELEKSI SALURAN DAN MEDIA
Pesan-pesan bisnis harus sesuai dengan situasi yang ada. Ide-ide dapat disampaikan melalui dua saluran, yaitu saluran lisan dan tertuis. Pilihan mendasar antara berbicara atau menulis tergantung pada tujuan atau maksud pesan, audiens dan karakteristik dari kedua saluran komunikasi tersebut.
Saluran komunikasi lisan
Komunikasi lisan merupakan saluran yang palinhg banyak di gunakan dalam bisnis, komunikasi itu antara lain, percakapan antara dua orang secara langsung (tatap muka), melalui telpon, wawancara, pidato, seminar, pelatihan, dan presentasi bisnis. Saluran itu di sukai karna sederhana, spontan, nyaman, praktis, ekonomis dan memiliki kemampuan yang lebih tinggi dalam memberikan umpan balik (feed back).
Saluran komunikasi tertulis
Pesan-pesan tertulis dalam bisnis di buat dalam berbagai bentuk, misalnya surat, memo, proposal, dan laporan. Pilihan kata dalam pesan tertulis duilakukan dengan hati-hati untuk mempertahankan nada sopan dan bersahabat, kekurangannya adalah umpan balik secara langsung yang tidak bias di peroleh dengan waktu cepat.
Komunikasi Lisan :
  1. Anda menginginkan umpan balik segera dari audiens..
  2. Pesan anda relative sederhana dan mudah di mengerti .
  3. Anda tidak memerlukan catatan permanan
  4. Anda dapat mengumpulkan audiens lebih mudah atau ekonomis.
  5. Anda menginginkan interaksi dalam memecahkan masalah.
Komunikasi Tertulis :
  1. Anda tidak memerlukan unpan balik segera.
  2. Pesan anda sangat rinci, komplek, dan memerlukan perencanaan yang hati-hati.
  3. Anda memerlukan catatan permanen.
  4. Anda ingin mencapai audiens yang luas.
  5. Anda ingin mengurangi distorsi penyampaian pesan.
Media pada saluran lisan :
  1. Percakapan tatap muka (pidato, rapat, seminar, konferensi)
  2. Telepon, voice mail
  3. Radio, televisi, Computer
  4. Pita audio dan video
  5. Teleconference
  6. Video conference
Media pada saluran tertulis :
1.Surat, memo, laporan, proposal
  1. Elektronik mail / email
  2. Telepon (sms)
  3. Computer
  4. Faks
  5. Telegram
  6. Pos biasa dan khusus
SUMBER :